π Alamat: Komp. Bea Cukai, Jl. Tarumanegara No.14 Blok L5, RT.03 RW07/RW.7, Sukapura, Kec. Cilincing, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14140
π Jam Buka: 11:00 β 21:00 (setiap hari)
π° Kisaran Harga: Rp 25.000β50.000 per orang
π· Instagram: @birriecoffee
Birrie Coffee Kelapa Gading β Sudut Ngopi Ternyaman di Ujung Utara Jakarta
Di utara Jakarta, kehidupan kadang terasa berjalan terlalu cepat. Jalanan tak pernah benar-benar lengang, gedung menyusun langit, dan ritme kota seolah nggak memberi ruang untuk berhenti. Tapi bahkan di tengah padatnya aktivitas Kelapa Gading, selalu ada tempat yang membuatmu merasa bisa menarik napas lebih panjang tanpa merasa bersalah.
Salah satu tempat itu bernama Birrie Coffee. Bukan sekadar tempat membeli minuman berkafein, tapi ruang singgah kecil yang terasa hangat, ringan, dan dekat, seperti jeda singkat yang datang tanpa direncanakan.
Ruang Hangat dengan Sentuhan Modern yang Nggak Berlebihan
Begitu kamu melangkah masuk ke Birrie Coffee, suasananya langsung terasa berbeda dari riuhnya jalanan Kelapa Gading. Interiornya memadukan gaya modern minimalis dengan warna-warna hangat, didominasi kayu, aksen putih bersih, dan pencahayaan lembut yang bikin mata langsung rileks.
Nggak mewah, nggak sok bergaya, tapi rapi dan terasa dirawat. Kursi-kursinya ditata nyaman untuk ngobrol, kerja, atau sekadar duduk diam sambil menenangkan pikiran. Beberapa sudut dilengkapi meja panjang untuk work from cafe atau nongkrong rame-rame, sementara spot dekat jendela jadi tempat favorit buat yang suka suasana tenang dengan cahaya alami.
Kalau kamu tipe yang butuh udara segar, ada area semi-outdoor yang tetap teduh dan enak buat duduk santai tanpa terganggu lalu-lalang.
Beberapa pengunjung bilang suasana Birrie itu βnyaman tanpa dibuat-buat,β dan dari kesan pertama, rasanya komentar itu cukup mewakili.
Menu Favorit, Racikan Kopi Serius, Rasa Manis yang Nggak Berlebihan
Birrie Coffee dikenal karena konsistensi rasa dan pilihan menunya yang ramah untuk semua selera, dari yang suka kopi bold sampai minuman ringan dan manis-manis segar.
Beberapa menu yang sering direkomendasikan pengunjung:
- Es Kopi Susu Birrie
Perpaduan creamy dan kopi yang masih terasa jelas, jadi favorit pelanggan tetap.
- Butterscotch Caramel Latte
Kopi susu dengan perpaduan saus caramel yang kental dan sirup Butterscotch yang kaya rasa membuat tekstur nya menjadi tebal dan creamy.
- Aren Cheese Latte
Kopi susu creamy dengan perpaduan saus gula aren yang kental dan cream cheese syrup yang gurih nikmat.
- Frambozen Latte
Cita rasa fanta susu yang dihadirkan kembali dengan perpaduan modern kopi susu.
- Matcha Latte & Chocolate
Pilihan aman untuk non-coffee drinkers.
- Lychee Tea atau Lemon Tea
Segar, ringan, dan jadi penyelamat pas cuaca Kelapa Gading lagi terik-teriknya.
Untuk teman ngopi, Birrie juga menyediakan camilan manis dan gurih seperti croissant, pastry, banana bread, hingga snack ringan yang cocok buat duduk lama.
Banyak ulasan menyebut rasa kopi mereka βserius tapi tetap ramah lidah,β dan itu cukup terlihat dari menu-menu favorit pelanggan.
Waktu Mengalir Pelan di Tiap Jamnya
Pagi hari, Birrie Coffee terasa masih tenang dan lega. Cocok buat yang ingin memulai aktivitas tanpa tergesa, entah sambil buka laptop, baca buku, atau sekadar menikmati kopi hangat sebelum hari dimulai.
Menjelang siang, pengunjung mulai berdatangan, dari pekerja sekitar, mahasiswa, hingga warga yang mampir setelah aktivitas pagi. Meski suasananya hidup, tempatnya tetap terasa adem dan nggak bikin sumpek.
Sore hingga malam, atmosfernya berubah lebih santai. Lampu-lampu hangat menciptakan suasana yang tenang dan sedikit intim, pas buat ngobrol ringan, quality time, atau sekadar ngaso setelah seharian penuh urusan.
Beberapa pengunjung menyebut Birrie Coffee sebagai βtempat ngaso sebelum lanjut mikirin hidup,β dan rasanya komentar itu cukup menggambarkan suasananya.
Dari Mata Pengunjung, Nyaman, Bersih, dan Bikin Balik Lagi

Sumber : Instagram @birriecoffee
Ulasan di Google Maps tentang Birrie Coffee cukup konsisten menggambarkan tempat ini sebagai kombinasi antara rasa yang enak, suasana yang hangat, dan harga yang bersahabat.
Beberapa kesan yang sering muncul dari para pengunjung:
- Tempatnya bersih dan rapi, bikin betah duduk lama.
- Cocok buat kerja, nongkrong, atau datang sendiri, karena suasananya tenang tapi nggak kaku.
- Rasanya sebanding dengan harga, bahkan banyak yang bilang lebih enak dari coffee shop lain yang lebih hits.
- Setiap sudutnya nyaman, entah buat ngobrol ringan, menata ulang pikiran, atau fokus sama laptop.
Ada yang menulis, βnggak nyangka di Kelapa Gading ada coffee shop senyaman ini,β sementara yang lain bilang βBirrie sudah jadi tempat langganan buat istirahat sejenak di antara kesibukanβ.
Meskipun kadang tempat duduk bisa cepat penuh di jam ramai, suasananya tetap nggak terasa bising atau mengganggu.
Pelayanannya Bikin Nyaman, Bukan Cuma Datang, Bayar Lalu Pergi
Satu hal yang membuat Birrie Coffee terasa lebih personal adalah pelayanannya. Baristanya ramah tanpa dibuat-buat, santai tapi sigap, dan selalu menyambut pelanggan dengan sapaan yang hangat.
Banyak pelanggan bilang mereka merasa disambut, bukan sekadar dilayani. Bahkan beberapa pelanggan tetap menyebut kalau baristanya hafal menu favorit mereka.
Salah satu komentar di Google Maps menulis, βngopi di sini tuh rasanya kayak disapa, bukan cuma dibikinin minuman.β dan komentar itu jadi gambaran suasana yang mereka bangun.
Pelayanan yang tulus dan hangat ini bikin orang nyaman balik lagi, entah buat nongkrong, take away, atau cuma duduk sebentar buat mendinginkan pikiran.
Karena Kadang Kita Cuma Butuh Tempat untuk Diam Sebentar
Birrie Coffee mungkin bukan berada di pusat keramaian atau deretan kafe hits yang sering wara-wiri di timeline, tapi justru di situlah keistimewaannya. Tempatnya terasa dekat, hangat, dan nggak mengintimidasi, seolah dibuat untuk menjadi jeda kecil yang datang tanpa harus direncanakan.
Kalau kamu lagi lelah dengan ritme harian yang padat, Birrie Coffee bisa jadi tempat singgah yang pas. Duduk diam, pesan minuman favoritmu, dan beri sedikit jarak dari tuntutan hidup yang nggak ada habisnya.
Karena istirahat itu kadang bukan soal pergi jauh. Cukup menemukan sudut nyaman, menyeruput rasa, dan membiarkan diri berhenti sebentar sebelum lanjut menulis bab selanjutnya dari hari yang panjang.






