πŸ“ Alamat : Jl. H. Agus Salim No.16A 2, RT.3/RW.1, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340

πŸ•’ Jam Buka : 07:00 – 22:00 (Minggu – Rabu) I 07:00 – 00:00 (Kamis – Sabtu)

πŸ’° Kisaran Harga : Rp 50.000–75.000 per orang

πŸ“· Instagram :  @kopikoacung

__________________________

Kopi Ko Acung: Hangatnya Nostalgia Peranakan di Tengah Riuh Sabang

Ada aroma nostalgia yang menuntun langkah ke ujung Jalan Sabang. Di antara deretan tempat makan yang tak pernah sepi, berdirilah Kopi Ko Acung β€” sebuah kedai peranakan yang memadukan cita rasa Kalimantan, atmosfer retro, dan semangat muda Jakarta.

Dari luar, tampilannya sederhana tapi berkarakter. Namun, begitu pintu kaca dibuka, suasana seolah berubah: hangat, hidup, dan penuh cerita.

Begitu masuk, wangi kopi hitam langsung menyapa. Interiornya memadukan kayu, warna hangat, dan sentuhan vintage yang bikin betah. Ada foto-foto klasik di dinding, meja-meja kayu panjang, serta lampu kuning redup yang menciptakan nuansa nostalgia.

Lantai duanya jadi favorit β€” dengan jendela besar menghadap jalan, cahaya matahari sore menembus masuk, memberi sensasi tenang di tengah hiruk-pikuk Sabang.

Cita Rasa Peranakan yang Otentik dan Bikin Nagih

Sumber: Instagram @kopikoacung

Kopi Ko Acung bukan sekadar tempat nongkrong; ia adalah perayaan rasa dari dapur peranakan Kalimantan. Menu-menunya sederhana, tapi punya karakter kuat. Sebut saja Nasi Telor Kecap, hidangan rumahan yang bikin banyak orang balik lagi. Rasanya manis-gurih, dengan aroma kecap yang menguar begitu menggoda.

Ada juga Sop Daging Singkong, signature dish yang unik β€” kaldu hangat berpadu dengan singkong lembut, kacang, dan teri gurih di atasnya. Menu lain seperti Bakmi Goreng Seafood, Coipan, hingga Kincipan Kecombrang juga jadi favorit. Semua disajikan generous, penuh rasa, dan menghadirkan sensasi comfort food yang bikin hati hangat.

β€œDi Kopi Ko Acung, setiap suapan bukan sekadar makanan β€” tapi cerita tentang kampung halaman, dibawa ke meja makan di tengah Jakarta.”

Vibes-nya Hidup, Tapi Tetap Nyaman

Kalau datang di jam makan siang, siap-siap menemukan suasana khas: ramai tapi hangat. Meja-meja dipenuhi pekerja kantoran yang datang untuk melepas penat. Suara tawa, denting sendok, dan musik lembut berpadu jadi harmoni yang khas. Di tengah riuh itu, tetap terasa kehangatan β€” seperti makan di rumah teman lama.

Saat weekend, suasananya berubah lebih santai. Banyak yang datang sehabis Car Free Day β€” masih dengan sepatu lari dan wajah berkeringat β€” memesan sepiring Nasi Goreng Kecombrang atau secangkir kopi sambil menatap jalan yang mulai padat lagi. Di momen-momen itu, Kopi Ko Acung terasa begitu β€œJakarta”: hidup, ramai, tapi hangat.

Pelayanan Penuh Perhatian, Meski Kadang Ramai

Ramainya pengunjung memang membuat pesanan kadang butuh waktu lebih. Tapi satu hal yang diapresiasi banyak pelanggan: pemilik dan timnya selalu responsif dan terbuka pada masukan. Mereka aktif menanggapi review satu per satu, meminta maaf dengan tulus, dan terus berusaha memperbaiki pelayanan.

Meski sesekali sedikit berisik atau antre panjang, kebanyakan pengunjung sepakat β€” semua itu sepadan dengan rasa dan suasana yang ditawarkan. Karena di balik hiruk pikuknya, ada keramahan yang terasa tulus dari para kru dan kehangatan yang sulit digantikan tempat lain.

Tempat untuk Rasa, Cerita, dan Sedikit Nostalgia

Kopi Ko Acung bukan tempat yang dibuat untuk terburu-buru. Ia diciptakan untuk dinikmati perlahan β€” bersama teman, keluarga, atau bahkan sendiri sambil menatap secangkir kopi hitam yang mengepul.

Dari lampu kuningnya yang lembut, aroma masakannya yang khas, hingga senyum pelayannya yang tulus, semuanya menyatu menciptakan suasana yang menenangkan.

Jadi, kalau kamu sedang mencari tempat makan peranakan dengan vibe nostalgia, cita rasa autentik, dan atmosfer yang hidup di tengah kota, Kopi Ko Acung wajib ada di daftar destinasi kuliner kamu berikutnya.

Kopi Ko Acung β€” tempat di mana aroma kopi, cita rasa peranakan, dan hangatnya kenangan berpadu jadi satu.


Similar Posts